Semua Karena Takdir TUHAN

30-2

hari ini aku merasakan hal yang aneh pada diriku, entah mengapa aku menjadi seperti ini  “sadar” ya sadar. kata sadar membuatku mengerti tentang keadaan.terkadang aku harus hidup di tengah tengah badai dan petir serta api yang membara harus tersenyum walau kenyataannya sedih, harus terlihat ramah walau terasa perih, harus menghibur orang lain tapi diri sendiri ini masih merasa badai menerpa seperti yang di sambar petir dan bagaikan api yang tak kunjung padam. ku ingin sekali ada keadilan dan ketenangan di dalam hidupku, akan tetapi semua itu mustahil karna selama aku hidup cobaan itu akan selalu datang dan bertambah. dan itu sudah pasti

tiada orang yang sangat buruk di dunia ini jika memang ada keburukan itu karena ia tak tau atau belum menyadari bahwa ia manusia. ketika ia telah berubah menjadi seseorang yang seutuhnya dialah manusia yang sesungguhnya, akan tetapi kesempurnaan takkan pernah dimiliki oleh manusia jika ia merasa kesempurnaan adalah miliknya maka ia menganggap dirinya adalah tuhan. mengapa saya berkata sedemikian rupa? karena saya menganggap bahwa kesempurnaan adalah milik tuhan semata yakni allah swt. manusia hidup karena kesempatan. manusia bahagia dan menangis itu karena takdir. jadi tugas kita salah satunya yaitu berprasangka baik kepada tuhan kita.

 

Bondowoso, 26 januari 2019

SMA NU 1 Bondowoso

Ratih Chyntia Dewi

Teks Lagu Mars CBP KPP dan PERJUANGAN Kabupaten Bondowoso_sentuhan pena Ratih

Minggu, 26 Januari 2019

img-20180212-wa00012012194926

MARS

Mars CBP

CBP…CBP…

Pelajar Nahdliyin Patria

Api Islam Berkobar Menyala di Dada

CBP…CBP…

Menjebol membangun satu cita

Cita Indonesia sosialis Pancasila

Maju Padu Pantang Mundur

Berjuang mengemban ampera

Basmi Penindasan Jayalah bangsa Paramarta

CBP…CBP…

Siaga berjuang setia

Menjebol membangun…Ayo ora Et labora

Mars KKP

Derap langkah satukan cita

Kembang sayap rengkuh sesama

Bina putri setia

Kuat jiwa sehat raga

Teguh janji Wujudkan Visi

Bulat tekat Raih harapan

Ayun langkah pasti

Gemilang dimasa depan

KKP Korp Kepanduan Putri

Kobarkan semangat ideologi

Jayalah hai tunas pertiwi

Turut Membangun Negeri

 

 

 

 

MARS CBP KPP

PERJUANGAN

Tinggalkan ayah tinggalkan ibu

Doakan kami pergi berjuang

Dibawah kibaran sang merah putih

Majulah, ayo maju menyerbu (serbu)

Tidak kembali pulang

Sebelum kita yang menang pasti menang

Walau mayat terdampar di medan perang

Demi NU kami kan berjuang

Maju ayo maju ayo maju

Singkirkan dia dia dia

Kikis habis mereka

Musuh negara dan ulama

Wahai kawanku prajurit pandu NU

Dimana engkau berada

Teruskan perjuangan para ulama

Demi NU kami kan berjuang

Bondowoso, 26 Januari 2019

Jl.pakisan Dusun Sukojawa Tlogosari Bondowoso

Ratih Chyntia Dewi.

Pesan Seorang Guru Menggoncangkan Hati Dunia

Guru yang telah meluluhkan hati nurani seseorang di dunia ini untuk menjadi lebih baik itu sangatlah minim. Karna banyak dari setiap guru hanya memberikan semangat maupun kelebihannya kepada seseorang murid di dunia ini.

Berikut ini pesan seorang guru yang menyampaikannya kepada muridnya yang telah melanggar suatu Aturan di sekolahnya dengan tegas sang guru memberi kan suatu keyakinan kepada mereka dengan spontan mereka memperhatikan ucapan sang guru kata demi kata.. berikut ini :

“Belajar”karna lebih penting dari pada cinta monyet kalian. Tidak ada yang melarang setiap orang yang mempunyai perasaan cinta kepada orang lain.

Tapi,kalian harus bisa mengendalikanya.. kalau “cinta” saja yang kalian fikirkan suatu saat kalian akan hancur masa depan suram dan menyakiti hati orang tua.

Cinta kita cukup hanya kepaa Allah SWT Rasulullah dan orang tua.

Ridho orang tua juga ridho Allah SWT.

Pikirkanlah orang tua kita yang tanpa mengenal lelah mencari nafkah untuk kita, agar kita bisa membeli apa yang kita mau, serta kebutuhan sekolah kita.

Panas,lelah,dan keringat yang mengucur karna bekerja demi anak-anaknya . Tegakah kalian menyakiti hatinya ? Kerutan wajah yang semakin tua, langkah kaki yang semakin renta, badan yang sudah tidak lagi kuat. Masih memaksakan diri untuk bekerja, demi siapa ? Demi membahagiakan anak-anaknya agar hidup layak. Masihkah kita memikirkan orang lain selain Ibu dan Ayah ? Masihkah kita menomor duakan sekolah ?

Yang harus kalian lakukan… Bagaimana membahagiakan orang tua menebus peluhnya yang mengucur dengan membahagiakan mereka

Mereka merespon kalimat yang telah guru ucapkan, dengan hati bersalah mereka semua menangis meminta ampun kepada Allah SWT dan pulang untuk meminta maaf kepada kedua orang tuanya .

Sejak saat itulah mereka memulai keyakian baru untuk selalu mengingat kedua orang tuanya sebelum melakukan hal hal yang telah keluar dari syari’at.

Desa Sulek Tlogosari, Bondowoso

Jumat,29 Desember 2017

Ratih Chyntia Dewi